Newest Post
Archive for October 2015
Jarang sekali anime yang menampilkan tentang memasak, cuma ini satu satunya anime yang menceritakan tentang memasak di musim spring besok. Anime ini sangat ditunggu-tunggu para anime lovers sebab dengan adanya ini kita bisa mengetahui resep-resep yang akan ditayangkan pada musim besok. Sepertinya anime ini juga adafanservice, sebab ketika melihat info genre anime ini saya lihat ada genre ecchi-nya semoga saja ceritanya lebih difokuskan terhadap chef dibandingkan dengan fanservice. (saya berharap ini karena saya belum lihat manganya).
Tag :// Spring

Tag :// Winter
Anime ini menyangkut dengan psychologist seseorang, jadi siapkan mentalmu dan siapkan pikirkan secara matang karena dalam anime ini ada banyak kata dan kejadian yang bisa kita ambil petik untuk terus melangkah dalam menjalankan kehidupan ini, cerita anime ini tentang kehidupan dan kematian manusia. Kurang lebih begini ceritanya, setelah manusia mati ada sebuah tempat dimana mereka akan dipisahkan ke ruang reinkarnasi dan ruang kehampaan. Untuk mempisahkan antar orang yang satu dengan yang lain maka dibuatlah game oleh tempat itu, jika memenangkan game maka orang itu berhak mendapatkan ruang reinkarnasi namun sebaliknya jika kalah maka akan dimasukan ke ruang kehampaan.
Tag :// Winter
Donatia dan Kouran, adalah dua Kerajaan yang saling berperang, hingga menyebabkan dunia kacau akibat perang mereka. Korban dari perang mereka kali ini adalah negara pulau Nil Kamui, yang ini kehilangan kemerdekaannya. Naga Merah, Dewa Penjaga Nil Kamui pun sampai mengamuk. Akankah negara pulau ini berhasil mendapatkan kembali kemerdekaannya?
Tag :// Summer
Film ini sendiri akan di bagi dua bagian, yang pertamanya memiliki judul “Shingeki no Kyojin, dan film keduanya yang akan dirilis pada tanggal 19 September akan disebut “Shingeki no Kyojin: End of The World”.
Daftar beberapa staff di film terbaru Shingeki no Kyojin. sutradara dan sang kreatornya sendiri telah dikonfirmasikan akan ikut terlibat, berikutnya adalah para desainer. Yang paling kita kenal adalah sang komikus Evangelion, desainer Summer Wars dan .hack, Yoshiyuki Sadamoto. Sadamoto akan mendesain karakter untuk adaptasi ini.
Nama terkenal lainnya yang ikut ambil bagian adalah Takayuki Takeya, yang adalah desainer mecha/kostum/mahluk dari film Final Fantasy VII: Advent Children. Juga bergabung Kouji Tajima yang pernah terlibat di Captain Harlock, Les Miserables, Dragon Age, dan Garo. Bagi yang belum tahu, Kouji Tajima adalah pembuat poster live action Kyojin yang sempat heboh beberapa waktu lalu di internet; ajaran staff lainnya adalah Katsuro Onoue (Onmyoji, Space Brothers, The Floating Castle, “Kyoshinhei Tokyo ni Arawaru”) di special effect, Shōji Ehara (The Floating Castle) sutradara fotografi.
Pemenang penghargaan Japan Academy Prize Takashi Sugimoto (Kita no Canaria) di pencahayaan, dan Isao Tsuge (Ichi the Killer, Cutie Honey, 13 Assassins, Gegege no Kitarō) di makeup, dan Shinichi Miter (Mita) mendesain kostum. Yoshihiro Nishimura (Suicide Club, The Machine Girl) membuat model untuk berbagai efek khusus. Film live action Shingeki no Kyojin dijadwalkan akan rilis tahun 2015.
Nah bagaimana penasaran bukan, kalau begit saya akan memberikan trailer terbaru dari Attack on Titan ini yang baru dirilis.
Film pertama ini akan diputar di Jepang tanggal 1 Agustus nanti, sedangkan seperti diumumkan, film keduanya yang bertajuk “End of The World” juga akan segera tayang tanggal 19 September nanti.
Tag :// Live Action
Sinopsis
“Jika separuh dari populasi umat manusia musnah, akankah itu dapat mengurangi separuh rusaknya alam? Jika 99% populasi umat manusia musnah, akankah 99% polusi di muka bumi berkurang?”
Parasyte mengisahkan mengenai
kedatangan sekelompok makhluk asing berukuran kecil ke Bumi. Dalam
perjalanannya, makhluk ini menginfeksi bagian sistem otak manusia untuk
mengendalikan manusia tersebut. Manusia yang sudah terinfeksi oleh
makhluk parasit ini akan berubah bentuk menjadi makhluk mengerikan
pemakan manusia.
Salah satu makhluk asing tersebut sampai
ke rumah seorang murid SMA biasa, Shinichi Izumi (diperankan oleh
Shouta Sometani). Karena tengah mengenakan earphone, makhluk ini pun
tidak bisa masuk langsung ke otak Shinichi, namun ia masuk melalui
hidung. Merasa ada yang aneh Shinichi pun melakukan perlawanan terhadap
makhluk yang mencoba untuk menguasai otaknya tersebut. Perlawanan
Shinichi tersebut mengakibatkan sang parasit hanya hinggap di tangan
kanan Shinichi.
Keesokan harinya, Shinichi mulai
merasakan ada yang aneh dengan tanan kanannya. Tidak lama kemudian
tangan kanannya berubah wujud menjadi sebuah makhluk aneh yang menamakan
dirinya sebagai Migi (diperankan oleh Sadao Abe). Migi yang berasal
dari luar Bumi pun meminta Shinichi untuk membantunya mengumpulkan
informasi terkait kehidupan di Bumi.
Di sisi lain, beredar sebuah rumor
mengenai pembunuhan misterius dimana sang mayat ditemukan dalam kondisi
tanpa kepala. Migi pun menyadari bahwa pembunuhan misterius ini
dilakukan oleh para manusia yang sudah berada dibawah pengaruh parasit,
dimana parasit membunuh seorang manusia untuk dimakan. Maraknya
pembunuhan tersebut dan semakin bertambahnya jumlah manusia yang
terinfeksi parasit merupakan upaya dari makhluk sejenis Migi yang hendak
menguasai Bumi. Sebuah organisasi rahasia yang terdiri dari para
manusia yang sudah terinfeksi parasit pun mulai menebar ancaman untuk
menguasai Bumi. Namun Migi yang harus berbagi tubuh dengan Shinichi
harus berhadapan dengan parasit lain yang hendak menguasai seluruh umat
manusia.
Cerita yang Mudah Dicerna
Film live-action yang diadaptasi dari
seri manga dan anime yang berjudul sama tersebut menyajikan kisah
seperti yang ada pada manga dan anime nya. Untuk film kali ini, kisah
yang diadaptasi adalah kisah yang ada pada cour pertama seri animenya
yang sudah ditayangkan sejak bulan Oktober hingga Desember lalu.
Meski mengambil kisah sepanjang 13
episode seri anime yang dikemas dalam satu film, namun alur cerita dalam
film ini tidak disajikan dengan pemadatan yang terlalu signifikan. Alur
cerita yang berjalan dalam film live-action ini cukup nyaman untuk
dicerna karena tidak terlalu dipadatkan.
Selain alur yang tidak terlalu
dipadatkan, pengenalan karakter yang ada dalam film ini disampaikan
dengan cukup jelas. Sehingga bagi anda yang tidak mengikuti seri manga
maupun animenya masih tetap dapat menikmati film live-action ini.
Penuh Aksi Berdarah
Adegan aksi dalam film ini disajikan
dengan cara yang biasa, tidak terlalu banyak efek spesial maupun teknik
pengambilan gambar khusus yang digunakan. Salah satu daya tarik dari
adegan aksi yang ada dalam film ini adalah efek khusus perubahan bentuk
para manusia yang terinfeksi menjadi parasit. Sosok Migi yang berada di
tangan kanan Shinichi juga ditampilkan dengan efek khusus yang cukup
halus, terlebih saat Migi berubah bentuk untuk bertarung bersama
Shinichi melawan parasit yang lain.
Meski demikian, secara garis besar dapat
dikatakan adegan aksi yang ada dalam film ini terkesan cukup sadis.
Banyak adegan kekerasan yang mengandung banyaknya cipratan darah dan
juga adegan yang cukup sadis lainnya. Tentu adegan semacam ini sangat
tidak disarankan bagi anda yang tidak suka melihat hal-hal serupa.
Bukan Sekedar Aksi, Namun Juga Drama serta Dilema
Cerita yang ada pada film live-action
ini cukup menarik untuk diikuti. Mengambil tema mengenai kedatangan
makhluk luar angkasa yang hendak mengendalikan bumi menjadikan film ini
memiliki genre aksi. Namun menariknya, film ini tidak hanya berfokus
kepada aksi melawan para parasit saja. Unsur drama juga mendapat porsi
dalam film ini. Seperti pada saat kisah Shinichi dengan sang ibu, dan
juga kisah romansa antar Shinichi dengan Satomi Murano (diperankan oleh
Ai Hashimoto).
Pengembangan kisah serta karakter dalam
film ini juga menjadi salah satu poin tambah dari film ini. Seperti pada
premis saat awal film ini dimulai, “apakah berkurangnya populasi umat manusia dapat mengurangi dampak kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh manusia?” menjadi konflik utama dari cerita Parasyte ini.
Meski menampilkan kisah para parasit
yang hendak menguasai kehidupan di muka bumi, namun konflik yang ada
bukanlah hanya mengenai penguasaan muka bumi, namun juga mengenai
keberadaan para parasit yang hendak menghabisi umat manusia demi
mengurangi kerusakan alam yang disebabkan manusia. Dilema ini menjadi
salah satu poin penting dalam konflik yang ada pada film ini.
Dilema memang seakan menjadi sajian
utama dari film ini. Selain mengenai hubungan antara populasi manusia
dengan kerusakan alam, karakter Ryouko Tamiya (diperankan oleh Eri
Fukatsu) memiliki karakter yang cukup menarik. Meski ia adalah seorang
manusia yang sudah terinfeksi parasit, namun ia mencoba untuk dapat
hidup berdampingan dengan manusia. Pertemuan Ryouko dengan Shinichi
serta Migi menjadikan dirinya semakin percaya bahwa parasit bisa hidup
berdampingan dengan manusia. Di sisi lain, pemikiran “hidup berdampingan” tersebut menjadi dilema tersendiri bagi para parasit yang kesehariannya harus memakan manusia sebagai konsumsi utama.
Shinichi Izumi, sang karakter utama juga
memiliki perkembangan karakter yang cukup menarik. Mencoba hidup
bersama makhluk yang terpaksa hinggap di tangan kanannya sudah cukup
membuat Shinichi kerepotan menjalani hari-harinya. Terlebih lagi, ia
kerap terlibat dalam pertempuran dengan parasit yang lebih kuat dikala
ia sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk bertarung. Meski demikian,
Migi tetap membantunya untuk bertarung melawan rekannya sesama parasit.
Namun, tindakan Migi yang bertarung melawan para parasit lain yang
menyerang Shinichi semata-mata bukanlah karena ia ingin melawan parasit,
melainkan hanya demi mempertahankan hidup Shinichi yang dapat
berpengaruh terhadap keberadaan Migi.
Selain itu, dalam film ini diceritakan
pula perlahan-lahan Shinichi yang semula sangat manusiawi suatu saat
kehilangan sebagian sisi manusiawinya. Sebaliknya Migi, yang semula
memang bukan manusia, karena suatu kejadian tiba-tiba bertingkah laku
seperti manusia seperti suka lelah dan bahkan tertidur lelap.
Perkembangan cerita yang ada juga bisa
dikatakan sebagai sesuatu yang menarik dari film ini. Premis awal dari
film ini memang menceritakan mengenai serbuan para parasit yang hendak
menguasai bumi dan Shinichi yang berusaha mencegah hal tersebut. Namun
secara perhalan, para parasit mulai masuk ke sendi-sendi kehidupan umat
manusia dengan menyamar sebagai guru, kepolisian, bahkan seorang
politisi demi melancarkan usaha untuk menguasai bumi.
Kesimpulan
Film live-action Parasyte dapat
dikatakan sebagai salah satu adaptasi live-action yang cukup sukses
membawa kisah dari seri manga maupun anime kedalam satu film layar
lebar. Cerita yang cukup menarik untuk diikuti, serta ditopang dengan
pengenalan karakter yang cukup jelas, dan juga alur cerita yang tidak
terlalu cepat menjadikan orang yang bahkan tidak mengikuti seri manga
dan anime Parasyte dapat mengerti dengan jelas kisah pada film ini.
Meski demikian, bisa dikatakan musik
yang ada dalam film ini cukup membosankan karena terkesan biasa saja.
Selain itu banyaknya adegan kekerasan yang memunculkan darah dan
terkesan sadis juga sangat tidak cocok diperuntukkan bagi anda yang
tidak suka melihat adegan semacam ini.
Meski demikian tetap saja, bagi anda
yang memang mengikuti kisah Parasyte dari manga dan animenya, maupun
anda yang mencari film dengan kisah yang cukup epik, Parasyte dapat
menjadi salah satu film yang cocok anda tonton.
“Jika separuh dari populasi umat
manusia musnah, akankah itu dapat mengurangi separuh rusaknya alam? Jika
99% populasi umat manusia musnah, akankah 99% polusi di muka bumi
berkurang? Di suatu tempat di muka bumi ini, ada seorang manusia yang
memikirkan hal itu.”
Tag :// Live Action









